Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus dipanggil untuk menjadi saksi-Nya. Kita tidak hanya menerima keselamatan dari Tuhan, tetapi juga dipanggil untuk memberitakan Injil kepada orang lain. Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk menyampaikan kasih, pengampunan, keselamatan, dan pengharapan yang ada di dalam Yesus Kristus.
Dalam Kisah Para Rasul 20:24, Rasul Paulus mengatakan bahwa hidupnya tidak menjadi sesuatu yang berharga baginya jika dibandingkan dengan tugas yang diberikan Tuhan kepadanya. Paulus ingin menyelesaikan tugas itu dengan setia, yaitu memberitakan Injil tentang kasih karunia Allah. Paulus menyadari bahwa memberitakan Injil adalah kepercayaan yang Tuhan berikan kepadanya.
Dalam kehidupan kita, Tuhan juga memberikan tugas kepada setiap orang percaya. Tugas itu mungkin berbeda-beda. Ada yang melayani di gereja, ada yang menjadi saksi di dalam keluarga, di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan masyarakat, atau melalui pergaulan sehari-hari. Walaupun tempat dan cara kita berbeda, kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu menjadi saksi Kristus.
Kadang-kadang kita merasa takut untuk memberitakan Injil. Kita mungkin takut ditolak, malu berbicara tentang Tuhan, atau merasa bahwa kita belum cukup baik untuk menjadi saksi Kristus. Namun, kita harus menyadari bahwa Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna. Tuhan meminta kita untuk setia dan mau dipakai oleh-Nya.
Paulus juga mengalami banyak kesulitan dalam memberitakan Injil. Namun, ia tidak menyerah. Ia tetap menjalankan tugas yang Tuhan berikan kepadanya. Bagi Paulus, yang paling penting bukan hidup dengan nyaman, tetapi menyelesaikan tugas yang Tuhan percayakan kepadanya.
Demikian juga dengan kita. Ketika Tuhan memberikan kesempatan untuk berbicara tentang Yesus, marilah kita tidak menyia-nyiakannya. Kita dapat memberitakan Injil melalui perkataan yang baik, kehidupan yang benar, kasih kepada sesama, kesediaan menolong, mengampuni, dan memberikan pengharapan kepada orang lain.
Memberitakan Injil bukan hanya dilakukan ketika berada di gereja. Setiap hari kita memiliki kesempatan untuk menjadi saksi Kristus. Keluarga kita, teman kita, tetangga kita, dan orang-orang yang kita jumpai dapat menjadi tempat bagi kita untuk menunjukkan kasih Tuhan.
Oleh sebab itu, setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus memiliki panggilan untuk menjadi saksi-Nya. Kita tidak dipanggil hanya untuk menerima keselamatan, tetapi juga untuk memberitakan kasih, pengampunan, keselamatan, dan pengharapan yang ada di dalam Kristus.
Seperti Rasul Paulus, marilah kita tetap setia menjalankan tugas yang Tuhan percayakan kepada kita, sekalipun ada tantangan, rasa takut, atau penolakan. Kesempatan untuk memberitakan Injil dapat kita lakukan melalui perkataan dan kehidupan kita setiap hari.
Karena itu, janganlah kita menyimpan Injil hanya untuk diri sendiri. Gunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk membawa orang lain mengenal Yesus Kristus. Kiranya melalui kehidupan kita, Kristus semakin dikenal, kasih-Nya semakin nyata, dan semakin banyak orang menemukan keselamatan serta pengharapan di dalam-Nya..